Pasukan Elit – Sedikit tapi ditakuti

Pasukan elit (Elite Army/Elite Squad). pernah mendengar istilah tersebut? saya sendiri pengen ngebahas ini gara-gara abis nonton The Patriot, filmnya si Mel Gibson tahun 2000. terus abis nonton The Patriot malah browsing tentang peperangan zaman napoleon, terus menclok ke laman tentang French Imperial Guard yang dibentuk zaman napoleon.

oke skip

bicara tentang pasukan elit, pada zaman modern sekarang, istilah pasukan elit sudah agak jarang di dengar. hal ini bisa jadi karena pada istilah ketentaraan sekarang banyak sekali jenis-jenis pasukan khusus yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan. contohnya di indonesia, ada Kopassus, Kopaska, Kostrad, kesatuan gurita, dll. di luar negeri pun pasukan khusus banyak jenisnya, contohnya di inggris ada SAS dan British Commando, di Australia ada Z Special Unit, di amerika ada US Marine Corps (Mariner) dan masih banyak lagi. adanya berbagai macam pasukan khusus dikarenakan peperangan pada zaman modern tidak hanya melibatkan satu jenis medan atau satu front saja, tapi bisa melibatkan berbagai macam front. oleh karena itu, dibutuhkan suatu kesatuan khusus yang memiliki berbagai macam keahlian dan betul-betul terlatih untuk berbagai keperluan militer.

Kopaska – Komando Pasukan Katak

nah, sedangkan zaman dulu, ketika perang kebanyakan terjadi hanya di darat, biasanya satu negara atau kerajaan hanya memiliki 1-3 pasukan elit, atau malah terkadang tidak punya pasukan elit. jenis-jenis pasukan elit ini selalu berkembang mengikuti perubahan strategi perang dan kebutuhan militer atau operasi militer. sepanjang sejarah, telah banyak dilahirkan pasukan-pasukan elit yang betul-betul terlatih sebagai tentara yang berani mati dan siap diandalkan di dalam setiap pertempuran.

contoh pasukan elit pertama adalah Companion Cavalry nya kerajaan makedonia yang dibentuk oleh Alexander Agung. Companion Cavalry ini adalah pasukan berkuda khusus yang berperan besar mengalahkan pasukan Darius 3 dari Persia dalam Pertempuran Gaugamela di Abad Ketiga sebelum Masehi. pada zaman Romawi, ada banyak jenis pasukan elit yang berkembang sebelum masehi sampai keruntuhan romawi barat. namun salah satu pasukan elit yang terkenal adalah Praetorian Guard

Praetorian Guard – Pasukan Elit Kekaisaran Romawi

Sepanjang Sejarah islam, berbagai jenis pasukan elit sudah pernah dibentuk oleh berbagai kerajaan dan kekhilafahan yang muncul dari abad ketujuh hingga abad ke 20. pasukan elit pertama yang dikenal adalah Mobile Guard (Tulay’a Mutaharrikah), yang merupakan pasukan elit kavaleri bentukan Khalid bin Walid RA pada saat kekhilafahan Abu Bakar dan Umar RA. Mobile Guard berperan penting dalam kemenangan pasukan muslim di perang yarmuk melawan romawi timur. selanjutnya, pada abad pertengahan ada Pasukan Mamluk yang dibentuk di mesir pada masa kesultanan Ayyubiyah pasca Salahuddin Al Ayyubi. Pasukan mamluk berperan penting dalam mengalahkan Tentara Mongol pada pertempuran ‘Ain Jalut. Kekhilfahan Utsmaniyah memiliki dua pasukan elit, yaitu Janissary yang merupakan Infantri Elit, dan Sipahi yang merupakan Kavaleri Elit. kedua pasukan tersebut merupakan tulang punggung militer kekhilafahan utsmaniyah dari abad ke 13 hingga abad 20.

sipahi_001

Sipahi – Pasukan Berkuda Elit Turki Utsmani

Dari berbagai jenis pasukan elit, ada karakteristik-karakteristik yang selalu dimiliki oleh pasukan elit yang berbeda dari pasukan biasa. karakteristik inilah yang menjadikan pasukan elit ini begitu kuat, efektif, dan mematikan ketika bertempur di medan perang. Ciri khas yang paling utama dari pasukan elit adalah Hanya berjumlah sedikit dibanding total tentara. pada umumnya, semakin banyak jumlah suatu pasukan maka akan semakin menakutkan bagi musuh-musuhnya di medan perang. namun hal ini tidak berlaku bagi pasukan elit. Dengan jumlah yang sedikit saja, pasukan elit justru bisa menggentarkan hati musuh-musuh yang berhadapan dengan mereka. karakter ini lah yang menjadi ciri utama suatu pasukan elit, sedikit tapi ditakuti. sedikit tapi mematikan. sedikit tapi dapat mengubah jalannya suatu peperangan.

mengapa pasukan elit selalu berjumlah lebih sedikit dibanding pasukan lain? untuk menjadi pasukan elit tidak mudah, butuh proses seleksi yang sangat panjang dan sulit agar dapat menjadi pasukan elit. Proses seleksi Kopaska misalnya, butuh setidaknya sepuluh bulan hanya untuk seleksinya saja, belum termasuk latihan dasar dan intermedietnya. ada 4 tahapan seleksi kopaska yang harus dilalui oleh calon anggota, yaitu seleksi ketahanan fisik, seleksi ketahanan air, seleksi psikotes khusus , serta seleksi kesehatan fisik dalam air. selain itu, anggota kopaska harus sudah mengabdi di kesatuan TNI AL minimal selama 2 tahun sebelum mengikuti seleksi Kopaska. pertanyaannya, dari 4 tahapan seleksi tersebut, berapa jumlah anggota Kopaska yang diterima setiap tahun? Biasnya, dari 700-1500 orang yang mendaftar seleksi kopaska, hanya 15-20 orang yang lulus seleksi pertama. dari 15-20 orang tersebut, yang lulus hingga seleksi akhir biasanya hanya 1-5 orang dan terkadang tidak ada yang lulus. maka tak heran jika Kopaska adalah salah satu pasukan khusus TNI yang sangat disegani di dalam dan di luar negeri.

ciri khas pasukan elit lainnya adalah loyalitas terhadap negara atau pemimpin sangat tinggi. tak heran jika sepanjang sejarah, komandan dan anggota pasukan elit merupakan orang-orang kepercayaan raja atau pemimpin. loyalitas ini lah yang biasanya menyebabkan komando atas pasukan elit di zaman klasik dan pertengahan berada langsung dibawah raja. contohnya adalah Praetorian Guard yang dipimpin oleh kaisar romawi dan Companion Cavalry yang dipimpin langsung oleh Alexander. Mobile Guard yang dibentuk Khalid bin Walid RA juga dipimpin langsung oleh beliau dan beliau sendiri yang berada di barisan depan pasukan Mobile Guard ini.

Alexander Memimpin Companion Cavalry dalam Pertempuran Gaugamela

Keberadaan pasukan elit ini sudah berkali-kali menjadi penentu dalam suatu pertempuran, meskipun berjumlah sedikit. maka tak heran jika banyak peperangan yang terjadi, pasukan dengan jumlah lebih sedikit dapat mengalahkan pasukan yang berjumlah lebih banyak. salah satu faktor penentu tersebut adalah keberadaan pasukan elit ini. contohnya di perang Yarmuk, dimana pasukan Muslim yang hanya berjumlah 40 ribu orang dapat mengalahkan pasukan romawi yang berjumlah tiga kali lipat. tidak lupa juga di perang badar, Rasulullah saw dan para sahabat yang berjumlah 300 orang dapat mengalahkan kaum musyrikin quraisy berjumlah seribu orang. para sahabat yang mengikuti perang badar ini merupakan salah satu golongan sahabat yang paling utama disisi Rasulullah saw. tidak heran jika para veteran perang badar ini berkali-kali menjadi penentu peperangan kaum muslimin pada masa Rasulullah saw.

…Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs. Al Baqarah: 249)

Cilacap, 7 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: