janos slynt yang mengingkari fakta di depan mata

janos-slynt

rewatch game of thrones lagi dalam rangka mereview semua episode sebelum season 7 release. di season keempat saya menemukan sesuatu yang menarik, terutama di episode 9. episode tersebut yang berjudul “The Watchers on The Wall” hanya terfokus pada setting di castle black dan the wall. episode ini menceritakan bagaiman perjuangan para nights watch dalam mempertahankan castle black dan the wall dari serangan wildlings yang dipimpin oleh mance ryder.

dalam serangan ini, mance ryder tidak hanya mengumpulkan para wildlings. di dalam pasukan mance ryder juga terdapat para raksasa yang menunggangi mammoth. para raksasa inilah yang membuat mental para nights watch mengendur dan krisis dalam mempertahankan the wall dan castle black.

diantara para nights watch yang mentalnya melemah akibat serangan wildling, salah satunya adalah janos slynt. janos slynt ini dideskripsikan di game of thrones sejak season 2 sebagai seorang yang licik, pengecut dan pendusta. selain itu, janos slynt juga dideskripsikan sebagai seorang yang narsistik yang tidak mempercayai siapapun kecuali dirinya dan selalu merasa lebih hebat dengan “koneksi”nya di king’s landing. saking narsisnya, ketika jon snow memperlihatkan adanya raksasa dan mammoth pada saat pertempuran di castle black, janos slynt dengan pongah dan pengecutnya menolak percaya pada hal tersebut. janos berkata bahwa raksasa dan mammoth hanyalah dongen bagi anak2 yang padahal pada waktu itu, sedang berusaha mendobrak pintu terowongan castle black.

menurut saya, janos slynt hanyalah salah satu contoh orang2 yang tidak percaya terhadap fakta yang diperlihatkan di depan mata diakibatkan oleh ego dan kenarsisannya. bahkan sifat janos tersebut menurut saya lebih buruk dibandingkan dengan katak di dalam tempurung. katak di dalam tempurung ketika dia keluar, masih mempercayai bahwa ada dunia yang lebih indah selain di dalam tempurung. namun janos dengan pongahnya mengingkari kebenaran yang ada di depan matanya sendiri.

sadar atau tidak, sedikit banyak kita sendiri sering mengingkari kebenaran dan fakta yang ada dikarenakan ego dari diri kita sendiri. bahkan lebih buruknya, saya, anda, kita, seringkali menegasikan fakta tersebut diakrenakan takut hajat diri dan kepentingannya terganggu dengan kebenaran tersbut. hard truth is always hard. kebenaran memang selalu pahit pada awalnya dan dengan kepongahan dan ego, kita sering mengingkari kebenaran tersebut bahkan ketika kebenaran itu ditampakkan dimuka kita

Sometimes you cant see the truth even if it is staring in your face – sherlock holmes.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: